{"id":134,"date":"2016-11-01T02:48:05","date_gmt":"2016-11-01T02:48:05","guid":{"rendered":"http:\/\/lutfialfandra.my.id\/?p=134"},"modified":"2019-10-29T01:15:49","modified_gmt":"2019-10-29T01:15:49","slug":"surat-dari-emir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/","title":{"rendered":"Surat dari Emir"},"content":{"rendered":"<p>Ini kisah nyata. Ada seorang anak yang kakaknya sudah berhenti bekerja, ibunya sakit-sakitan dan ayahnya sudah lama meninggal dunia karena sakit batu ginjal yang parah, namun anak itu masih punya nenek yang masih sangat kuat membantu kebutuhan rumah tangga mereka. Selain karena cinta yang dalam, juga karena nenek punya keahlian membuat kue brownies kukus yang lezat diseluruh desa sehingga nenek masih mampu membantu mencari makan untuk membantu keluarga kecil itu. Keluarga kecil itu memiliki anak usia 8 tahun bernama Emir.<br \/>\nBacalah surat yang disampaikan oleh anak laki-laki berusia 8 tahun, Emir namanya, yang menuturkan kisah hidupnya pada sebuah acara baksos di desa Megamendung, yang diselenggarakan untuk rakyat miskin.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Tadinya kakak dengan pekerjaannya sebagai kasir di restoran Sunda, masih mampu membantu membiayai rekening listrik dan membeli beras, namun setelah restoran Sunda tempat kakak bekerja kena gusur Pemda yang katanya untuk membuat kantor kelurahan di kampung itu, kakak betul-betul menganggur dan setiap harinya kerjanya hanya membantu nenek mengocok telur untuk membuat brownies kukus.<\/p>\n<p>Perlu diketahui, brownies kukus bukanlah makanan utama penduduk desa atau penduduk kota kecil seperti Megamendung. Butuh tiga jam perjalanan dari desa Emir ke tempat ia menawarkan brownies kukus nenek, sehingga ia merasakan kehidupan keluarganya yang susah sekali. Apalagi setelah tiga bulan ini listrik diputus, mereka tidak lagi memiliki baju yang licin disetrika, dan semua pekerjaan rumah, seperti mencuci, membuat kue, maupun pekerjaan sekolah, harus mereka lakukan di siang hari.<\/p>\n<p>Penderitaan dan kemiskinan terus melanda keluarga Emir, sampai kakak akhirnya nekat mendaftarkan diri ke agent TKI untuk menjadi pembantu di Arab Saudi, Hongkong atau Malaysia. Kakak pun sudah mulai belajar bahas Arab, \u201dMa hadza? Ana \u2026\u201d dan sedikit sedikit bahasa Malaysia, \u201c Iye ke? Sikit saja, tahu? Awak nak ke?\u201d, dan sesekali kami tertawa gembira mendengar logat kakak bicara bahasa Melayu yang sungguh lucu, dalam keadaan perut keroncongan di tengah malam yang gelap tanpa penerangan sedikit pun, kecuali secercah cahaya rembulan dari balik jendela yang kami buka lebar, untuk sedikit melepas kesumpekan di dalam rumah.<\/p>\n<p>Sedikit harapan kakak akhirnya sirna, ketika muncul isu \u201cGanyang Malaysia\u201d membuat imigrasi Malaysia dan Indonesia menutup saluran tenaga kerja dari Indonesia ke Malaysia dan kakak harus menunggu lagi dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Hal ini membuat kami menjadi semakin sedih, karena bayangan kelaparan dan kemiskinan selalu terbayang di depan mata, ditambah lagi brownies kukus nenek manjadi semakin sukar terjual, karena sudah banyak pesaing, juga harga telur dan terigu yang meroket tinggi. Maka, terkadang berhari-hari kami makan brownies kukus nenek yang tidak laku. Pada saat tidak punya apa-apa itulah, kami sekeluarga berpelukan dan merasakan bahwa kami adalah orang termiskin di indonesia, sampai akhirnya \u2026<\/p>\n<p>\u201c Kak \u2026 kakak \u2026 aku disuruh guruku membawa barang apa saja untuk diberikan pada orang miskin, pada acara baksos besok,\u201d kata Emir dengan wajah berbinar-binar. Ia mendatangi kakaknya yang sedang membersih kutu beras raskin yang dibelinya tadi pagi setelah menjual sepatu olahraga Emir.<\/p>\n<p>\u201cDik, dik, kamu ini lucu, apa kamu enggak merasa bahwa kita ini juga orang miskin? Apa yang mau kita sumbangkan untuk acara baksos orang miskin, malah seharusnya kita yang diberi baksos,\u201d jawab si kakak dengen tenang tapi dengan sedikit linangan airmata ditepi pipinya.<\/p>\n<p>Tiba-tiba, nenek dengan gayanya yang lembut berkata, \u201cDik, kamu ambillah ini yang kita punya, satu buah payung, dua buah gelas plastik, satu brownies nenek dan lima sachet kopi. Janganlah kita merasa terlalu miskin, sehingga kita tidak mau bersedekah kepada orang miskin di sekitar kita. Sampai saat ini, kita pun tak tahu siapa yang lebih miksin dari kita. Namun selama kita masih punya sesuatu yang dapat kita berikan, jangan ragu untuk bersedekah.\u201d<\/p>\n<p>Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari keluarga ini?<br \/>\nSemoga kita termasuk orang-orang yang beruntung\u2026.. Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini kisah nyata. Ada seorang anak yang kakaknya sudah berhenti bekerja, ibunya sakit-sakitan dan ayahnya sudah lama meninggal dunia karena sakit batu ginjal yang parah, namun anak itu masih punya&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[194],"class_list":["post-134","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan","tag-surat-dari-emir"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Surat dari Emir - lutfialfandra.my.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Surat dari Emir - lutfialfandra.my.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ini kisah nyata. Ada seorang anak yang kakaknya sudah berhenti bekerja, ibunya sakit-sakitan dan ayahnya sudah lama meninggal dunia karena sakit batu ginjal yang parah, namun anak itu masih punya&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"lutfialfandra.my.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-11-01T02:48:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-10-29T01:15:49+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cpiet\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cpiet\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/\",\"name\":\"Surat dari Emir - lutfialfandra.my.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2016-11-01T02:48:05+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-29T01:15:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Surat dari Emir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/\",\"name\":\"lutfialfandra.my.id\",\"description\":\"Cuma Blog Biasa\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13\",\"name\":\"cpiet\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cpiet\"},\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/author\/cpiet\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Surat dari Emir - lutfialfandra.my.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Surat dari Emir - lutfialfandra.my.id","og_description":"Ini kisah nyata. Ada seorang anak yang kakaknya sudah berhenti bekerja, ibunya sakit-sakitan dan ayahnya sudah lama meninggal dunia karena sakit batu ginjal yang parah, namun anak itu masih punya&hellip;","og_url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/","og_site_name":"lutfialfandra.my.id","article_published_time":"2016-11-01T02:48:05+00:00","article_modified_time":"2019-10-29T01:15:49+00:00","author":"cpiet","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cpiet","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/","url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/","name":"Surat dari Emir - lutfialfandra.my.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website"},"datePublished":"2016-11-01T02:48:05+00:00","dateModified":"2019-10-29T01:15:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2016\/11\/01\/surat-dari-emir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Surat dari Emir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website","url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/","name":"lutfialfandra.my.id","description":"Cuma Blog Biasa","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13","name":"cpiet","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g","caption":"cpiet"},"url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/author\/cpiet\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paOd4r-2a","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}