{"id":67,"date":"2014-05-25T12:34:10","date_gmt":"2014-05-25T12:34:10","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/wordpress\/?p=67"},"modified":"2014-05-25T12:34:10","modified_gmt":"2014-05-25T12:34:10","slug":"pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/","title":{"rendered":"Pengakuan istri atas suami yang tiada"},"content":{"rendered":"<p>\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/ranahdamai.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/menyesal.jpg\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-68 size-medium\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/ranahdamai.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/menyesal-300x300.jpg?resize=300%2C300\" alt=\"LS017073\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/a>ini adalah kisah nyata yang akan menginspirasi kita semua, saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama Rina Amalina. Semoga dapat menjadi pelajaran dan HIKMAH bagi kita semua.<\/p>\n<p>****<\/p>\n<p>Suamiku kini telah tiada dan penyesalanku yg terus ada<\/p>\n<p>Ini adalah kisah nyata di kehidupanku<br \/>\nSeorang suami yg kucintai yang kini telah tiada<br \/>\nBegitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku<br \/>\nBegitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku<\/p>\n<p>Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.<\/p>\n<p>Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.<\/p>\n<p>Tapi kini aku tahu.<br \/>\nSemua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.<br \/>\nTemannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya. Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.<br \/>\nDia berkata, \u201c Setiap kali kami ajak dia makan siang, mas Anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali, alasannya slalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, \u201c Aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.\u201d Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.\u201d<\/p>\n<p>Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.<\/p>\n<p>Teringat akan amarahku pada suamiku, aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi:<br \/>\n\u201c Perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin, sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.\u201d<\/p>\n<p>Membaca itu, benar-benar baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku. betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.<\/p>\n<p>Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, \u201c Ibu capai? Istirahat dulu saja\u201d<br \/>\nDengan kasar kukatakan, \u201c Ya jelas aku capai, semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak, urus cucian, masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih. titik.\u201d<br \/>\nSungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.<\/p>\n<p>Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku:<\/p>\n<p>\u201cPak kenapa cari klinik yang termurah? Saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula.\u201d<\/p>\n<p>Dan suamiku menjawab, \u201c Tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja, aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.\u201d<\/p>\n<p>Tuhan..Maafkan hamba Tuhan, hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.<\/p>\n<p>Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.<br \/>\nBanggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.<\/p>\n<p>Banggalah pada suamimu, karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.<br \/>\nSambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.<\/p>\n<p>Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.<br \/>\nSelagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.<br \/>\nDan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.<\/p>\n<p>Teruntuk suamiku.<br \/>\nMaafkan aku sayang.<br \/>\nTerlambat sudah kata ini ku ucapkan.<br \/>\nAku janji pada diriku sendiri teruntukmu.<br \/>\nPutramu ini akan kubesarkan seperti caramu.<br \/>\nPutra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.<br \/>\nAku bangga padamu,aku sayang padamu.\t\t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ini adalah kisah nyata yang akan menginspirasi kita semua, saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama Rina Amalina. Semoga dapat menjadi pelajaran dan HIKMAH bagi kita semua. **** Suamiku&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":68,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[5,6],"class_list":["post-67","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita","tag-kehilangan","tag-penyesalan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengakuan istri atas suami yang tiada - lutfialfandra.my.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengakuan istri atas suami yang tiada - lutfialfandra.my.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ini adalah kisah nyata yang akan menginspirasi kita semua, saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama Rina Amalina. Semoga dapat menjadi pelajaran dan HIKMAH bagi kita semua. **** Suamiku&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"lutfialfandra.my.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-05-25T12:34:10+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cpiet\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cpiet\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/\",\"name\":\"Pengakuan istri atas suami yang tiada - lutfialfandra.my.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2014-05-25T12:34:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengakuan istri atas suami yang tiada\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/\",\"name\":\"lutfialfandra.my.id\",\"description\":\"Cuma Blog Biasa\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13\",\"name\":\"cpiet\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cpiet\"},\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/author\/cpiet\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengakuan istri atas suami yang tiada - lutfialfandra.my.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengakuan istri atas suami yang tiada - lutfialfandra.my.id","og_description":"ini adalah kisah nyata yang akan menginspirasi kita semua, saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama Rina Amalina. Semoga dapat menjadi pelajaran dan HIKMAH bagi kita semua. **** Suamiku&hellip;","og_url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/","og_site_name":"lutfialfandra.my.id","article_published_time":"2014-05-25T12:34:10+00:00","author":"cpiet","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cpiet","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/","url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/","name":"Pengakuan istri atas suami yang tiada - lutfialfandra.my.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2014-05-25T12:34:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/25\/pengakuan-istri-atas-suami-yang-tiada\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengakuan istri atas suami yang tiada"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website","url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/","name":"lutfialfandra.my.id","description":"Cuma Blog Biasa","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13","name":"cpiet","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g","caption":"cpiet"},"url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/author\/cpiet\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paOd4r-15","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}