{"id":672,"date":"2014-05-29T06:13:57","date_gmt":"2014-05-29T06:13:57","guid":{"rendered":"http:\/\/ranahdamai.org\/?p=672"},"modified":"2014-05-29T06:13:57","modified_gmt":"2014-05-29T06:13:57","slug":"pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/","title":{"rendered":"Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah"},"content":{"rendered":"<p>\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/ranahdamai.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/percaya-diri.jpg\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-673\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/ranahdamai.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/percaya-diri-300x242.jpg?resize=300%2C242\" alt=\"percaya-diri\" width=\"300\" height=\"242\" \/><\/a>sebenernya masalah ini udah sering kita dengar&#8230;<br \/>\nyaitu tentang pemikiran pemilihan keputusan antara kuliah atau kerja&#8230;<\/p>\n<p>faktanya,,<br \/>\nbanyak orang tua menyuruh anaknya untuk selesaikan akademik dulu, baru kerja.<br \/>\ndengan doktrin tersebut si anak akhirnya berusaha secepat mungkin lulus untuk selanjutnya bekerja.<br \/>\nkalo ditanya,<br \/>\nBagaimana cara kamu balas budi ke orangtua??<br \/>\njawabannya : yah saya mau lulus kuliah dulu,,terus kerja,,lalu sebagian disisihin buat buka usaha.<\/p>\n<p>pada kenyataannya&#8230;hal itu nihil.<\/p>\n<p>knp??<br \/>\nkita coba itung2an yah, tp ini cm asumsi aja yah&#8230;.<br \/>\ndiasumsikan seseorang itu kelahiran tahun 1987 ( sebut saja si &#8220;A&#8221;) mengambil kuliah ekonomi jurusan management strata 1 (S1) dengan masa kuliah standard &#8220;pemalas&#8221; 5 thn.<\/p>\n<p>Biaya yg dikeluarkan orangtua sampai si anak bisa &#8220;S1&#8221; kurang lebih sbb :<\/p>\n<p>1.biaya TK sampai lulus SD :<br \/>\ndiasumsikan lama studi 9 tahun (108 bulan)<br \/>\nsetiap bulan orgtua mengeluarkan uang transport\/iuran sekolah\/uang jajan dll<br \/>\nRP.500.000<br \/>\nRP.500.000 x 108 bulan :RP.54.000.000,-<\/p>\n<p>2.masuk SMP-lulus SMA<br \/>\nlama studi 6 tahun (72bulan)<br \/>\nsetiap bulan ortgtua mengeluarkan uang transport\/iuran sekolah\/uang jajan dll<br \/>\nRP.1.000.000<br \/>\nRP.1.000.000 x 72 bulan : RP.72.000.000,-<\/p>\n<p>3.Awal kuliah<br \/>\nuang masuk kuliah perguruan tinggi swasta : RP.10.000.000<br \/>\nlama kuliah 10 semester\/5thn\/60 bulan (biaya persemester RP.5.000.000)<br \/>\nTotal biaya kuliah RP.60.000.000<\/p>\n<p>uang saku\/transport\/biaya lain2 RP.30.000\/hari x 20hari\/bulan :<br \/>\nRP.600.000\/bulan x 60bulan waktu kuliah :RP.36.000.000<\/p>\n<p>estimasi total pengeluaran semasa kuliah RP.96.000.000<\/p>\n<p>TOTAL semua pengeluaran orangtua sampai si &#8220;A&#8221; punya gelar S1 :<\/p>\n<p>biaya TK-lulus SD RP.54.000.000<br \/>\nbiaya SMP-lulus SMA RP.72.000.000<br \/>\nbiaya kuliah RP.96.000.000<\/p>\n<p>TOTAL RP.222.000.000,- minimal.(karena disini saya menghitung biaya terendah dan seadanya menurut saya.)<\/p>\n<p>permasalahannya si A hendak membalas budi orgtua dengan cara bekerja setelah lulus kuliah.<\/p>\n<p>diasumsikan si A lulus dengan umur 23tahun dan berencana berkarir untuk membalas budi orangtua selama 5 tahun, dengan penghasilan berbeda misalkan tahun pertama ia kerja mendapat gaji 2juta\/bulan dan akan meningkat itupun kalo karirnya bagus sampai 8jt\/bulan ditahun kelima ia bekerja.<br \/>\nbiar gampangnya kita pukul rata, si A akan bekerja 5 tahun (60bulan) dengan penghasilan \/bulan 5 juta total ditahun kelima ia akan mendapatkan RP.300.000.000,-<\/p>\n<p>wah udah bisa bales budi ke orgtua donk???[orgtua memang tdk meminta itu,,tapi hendaknya kita bisa lebih menghargai perjuangan mereka]<br \/>\ntapi jangan lupa..pengeluaran bulanan belum dihitung.<br \/>\nsekarang mari kita itung2 lagi.<\/p>\n<p>diasumsikan si &#8220;A&#8221; adalah pribadi yg mandiri.walaupun orgtuanya masih mampu dia hendak 100 % mandiri. olehkarena itu dia ingin tidak membawa harta orgtuanya sepeserpun.<\/p>\n<p>ia berniat punya motor sendiri dengan mengangsur 3 tahun dan membayar hidupnya sendiri dari hasil pendapatannya.<\/p>\n<p>pengeluaran si A<br \/>\nDP motor RP.1.000.000<\/p>\n<p>pengeluran bulanan 3 tahun pertama<br \/>\ncicilan motor RP.500.000<br \/>\nbiaya makan 20hari x 15.000\/hari : RP.300.000<br \/>\nbensin 20hari x 10.000 : RP.200.000<br \/>\npulsa 200.000\/bulan<br \/>\nbiaya entertainment (nongkrong\/jalan\/dsb) RP.100.000\/minggu x 4 : RP.400.000\/bulan.<br \/>\ntotal RP.1.600.000<\/p>\n<p>pendapatan RP.5.000.000 dipotong RP.1.600.000<br \/>\nsisa RP.3.400.000 dikali 36bulan(3tahun awal dia bekerja) :RP.122.400.000,-<\/p>\n<p>dengan uang tabungan RP.122.400.000,- ia sudah punya motor sendiri dan berencana kredit rumah dan mobil.<\/p>\n<p>lalu ia DP rumah RP.20.000.000 +DP mobil RP.20.000.000<br \/>\nsisa RP.82.400.000<\/p>\n<p>lalu ditahun ke 3 sampai ke 5 pengeluarannya sbb :<br \/>\ncicilan rumah RP.2.000.000<br \/>\ncicilan mobil RP.1.000.000<br \/>\nbiaya makan 20hari x 15.000\/hari : RP.300.000<br \/>\nbensin 20hari x 50.000 : RP.1.000.000<br \/>\npulsa 200.000\/bulan<br \/>\nbiaya entertainment (nongkrong\/jalan\/dsb) RP.100.000\/minggu x 4 : RP.400.000\/bulan.<\/p>\n<p>total pengeluaran RP.4.900.000<\/p>\n<p>pendapatan RP.5.000.000 dipotong RP.4.900.000<br \/>\nsisa RP.100.000 x 24bulan(tahun ke 3 sampai ke 5 ia bekerja) :RP.2.400.000<br \/>\n(uang yang dimiliki)<\/p>\n<p>ditambah tabungan yg tadi sisa RP.82.400.000<br \/>\ntotal ia mengantongi uang RP.84.800.000<\/p>\n<p>lalu ia berencana menikah..manghabiskan minimal RP.20.000.000<br \/>\nsisa RP. 64.800.000<\/p>\n<p>biaya hidup setelah menikah 2x lipat<br \/>\npengeluaran untuk makan jadi RP.600.000<br \/>\nbiaya pulsa jadi RP.400.000<br \/>\nbiaya entertainment jadi RP.800.000<\/p>\n<p>jangan lupa&#8230;<br \/>\nrumah yg tadi dicicil masih kosong&#8230;<br \/>\nmaksudnya ???<br \/>\nbelum ada TV,,,mesin cuci,,,sofa,,,tempat tidur,,perabotan rumah tangga,,alat makan dsb.yg akan memakan puluhan juta<\/p>\n<p>juga belum dihitung pengeluaran bulanan untuk listrik,air,dll<br \/>\nbiaya itu akan meningkat ketika punya anak.<\/p>\n<p>intinya&#8230;<br \/>\njika kita menjalani hidup normal dengan berpikiran bekerja setelah lulus kuliah,<br \/>\nkita tdk akan bisa membalas budi orgtua kita.<br \/>\nkrn yg telah ia keluarkan RP.222.000.000,- minimal.<br \/>\ndan yg kita hasilkan RP.64.800.000<br \/>\nbelum ditambah pengeluaran utk isi rumah kita seperti TV,,kasur,,meja makan dll yg tentunya akan memakan puluhan juta.<br \/>\nbisa-bisa minus kalo kita orgnya boros.<\/p>\n<p>ditunggu pro-kontranya yah&#8230;<br \/>\ncuma sharing,,,<br \/>\nsiapa tau berguna&#8230;.\t\t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>sebenernya masalah ini udah sering kita dengar&#8230; yaitu tentang pemikiran pemilihan keputusan antara kuliah atau kerja&#8230; faktanya,, banyak orang tua menyuruh anaknya untuk selesaikan akademik dulu, baru kerja. dengan doktrin&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":673,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[51],"class_list":["post-672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita-unik","tag-pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah - lutfialfandra.my.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah - lutfialfandra.my.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"sebenernya masalah ini udah sering kita dengar&#8230; yaitu tentang pemikiran pemilihan keputusan antara kuliah atau kerja&#8230; faktanya,, banyak orang tua menyuruh anaknya untuk selesaikan akademik dulu, baru kerja. dengan doktrin&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"lutfialfandra.my.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-05-29T06:13:57+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cpiet\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cpiet\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/\",\"name\":\"Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah - lutfialfandra.my.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2014-05-29T06:13:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/\",\"name\":\"lutfialfandra.my.id\",\"description\":\"Cuma Blog Biasa\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13\",\"name\":\"cpiet\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cpiet\"},\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/author\/cpiet\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah - lutfialfandra.my.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah - lutfialfandra.my.id","og_description":"sebenernya masalah ini udah sering kita dengar&#8230; yaitu tentang pemikiran pemilihan keputusan antara kuliah atau kerja&#8230; faktanya,, banyak orang tua menyuruh anaknya untuk selesaikan akademik dulu, baru kerja. dengan doktrin&hellip;","og_url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/","og_site_name":"lutfialfandra.my.id","article_published_time":"2014-05-29T06:13:57+00:00","author":"cpiet","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cpiet","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/","url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/","name":"Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah - lutfialfandra.my.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2014-05-29T06:13:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/pola-pikir-yang-salah-tentang-bekerja-setelah-lulus-kuliah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website","url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/","name":"lutfialfandra.my.id","description":"Cuma Blog Biasa","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13","name":"cpiet","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g","caption":"cpiet"},"url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/author\/cpiet\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paOd4r-aQ","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=672"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/672\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}