{"id":683,"date":"2014-05-29T06:25:10","date_gmt":"2014-05-29T06:25:10","guid":{"rendered":"http:\/\/ranahdamai.org\/?p=683"},"modified":"2014-05-29T06:25:10","modified_gmt":"2014-05-29T06:25:10","slug":"mengapa-wanita-cerewet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/","title":{"rendered":"Mengapa wanita cerewet"},"content":{"rendered":"<p>\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/ranahdamai.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/wanita-cerewet.jpg\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-681\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/ranahdamai.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/wanita-cerewet-300x199.jpg?resize=300%2C199\" alt=\"wanita-cerewet\" width=\"300\" height=\"199\" \/><\/a>Jangan harap menemukan ketenangan saat sedang berkumpul dengan semua teman perempuan. Ya, rasanya nggak berlebihan jika beberapa orang mengeluarkan pernyataan seperti itu. Walaupun pada kenyataannya tidak semua perempuan banyak bicara, tapi hampir setiap perempuan pada umumnya akan lebih senang berbicara dibandingkan dengan laki-laki.<br \/>\nSebuah penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland menemukan kenyataan bahwa perempuan berbicara 3 kali lipat lebih banyak daripada laki-laki. Dalam satu hari, rata-rata perempuan mengeluarkan 13.000 sampai 20.000 kata sedangkan laki-laki hanya 7.000 kata. So, nggak heran kan kalau kita nggak pernah merasa kesepian berada di sekliling teman-teman perempuan.<br \/>\nPenelitian tersebut memperlihatkan bahwa salah satu sebab yang membuat perempuan memproduksi kata lebih banyak daripada laki-laki adalah adanya kadar satu jenis protein berlebih dalam otak perempuan yang terkait dengan kemampuan berbicara. Sedangkan pada otak laki-laki kadar protein tersebut berjumlah lebih sedikit.<br \/>\n\u201cHingga saat ini hasil penelitian tentang kemampuan berbicara antara laki-laki dan perempuan masih menjadi perdebatan. Belum ada satupun penelitian yang bersifat mutlak. Hasil satu penelitian dibantah oleh penelitian lainnya. Jadi, semua hasil penelitian masih harus dilihat berdasarkan tempat penelitian dan kecenderungan budaya sekitar yang memengaruhi,\u201d Kushartanti menjelaskan.<br \/>\nTapi, ketika ditanya \u2018 apakah setuju jika dikatakan perempuan lebih cerewet daripada laki-laki\u2019, perempuan yang biasa disapa Kiki ini pun setuju dan mengiyakan bahwa perempuan memang lebih cerewet dari laki-laki. \u201cYa, saya setuju jika dikatakan perempuan lebih cerewet dari laki-laki karena memang saya pun merasakannya. Tapi, untuk faktor penentu, saya lebih cenderung menyebut bahwa lingkungan dan budaya yang menjadi penyebabnya. Kita ambil contoh saja di lingkungan terdekat. Biasanya saat kita bertemu laki-laki yang agak aktif berbicara, lingkungan sekitar akan memberika respon, \u2018Kok jadi laki-laki cerewet sih\u2019. Hal-hal seperti inilah yang akhirnya membuat laki-laki \u201cseolah\u201d malas untuk berbicara banyak,\u201d ujar Kiki, yang saat ini tengah menyelesaikan disertasi mengenai kemampuan berbahasa perempuan dan laki-laki.<br \/>\nBukan hanya faktor lingkungan dan budaya yang pada akhirnya membentuk perempuan menjadi \u2018makhluk cerewet\u2019 karena ternyata orangtua juga memegang peranan penting. \u201cTidak bisa dipungkiri, orangtua juga banyak berperan dalam membuat kita (perempuan) menjadi lebih aktif berbicara. Saat masih anak-anak, orangtua (khususnya Ibu) biasanya akan berbicara lebih panjang kepada anak perempuannya daripada saat berbicara pada anak laki-lakinya. Ini juga menjadi salah satu faktor yang membuat perbendaharaan kata perempuan lebih banyak dan membuat kita lebih aktif berbicara. Namun, tidak semua perempuan cerewet dan laki-laki pendiam. Ada juga perempuan pendiam dan laki-laki cerewet. Bahwa pada akhirnya si perempuan pendiam bisa menjadi sosok cerewet pada suatu masa, tentu ada satu faktor yang memicunya untuk menjadi cerewet. Dan itu kembali lagi kepada faktor lingkungan sosial dan budaya,\u201d Kiki kembali menjelaskan.<br \/>\nSebagai perempuan tentu kita nggak pernah meminta untuk dilahirkan lebih aktif berbicara dibandingkan laki-laki, namun ternyata kondisi sosial, budaya, dan anatomi tubuh mendukung kita untuk lebih produktif berkata-kata. Jadi, nggak perlu menyangkal lagi kan kalau suatu saat ada yang bilang kamu bawel. Selama anugerah cerewet dan bawel yang kita miliki tidak mengganggu orang lain dan justru membawa dampak positif serta keuntungan, rasanya nggak perlu marah kan dengan julukan \u2018cerewet\u2019 yang diberikan oleh orang-orang di sekitar.\t\t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan harap menemukan ketenangan saat sedang berkumpul dengan semua teman perempuan. Ya, rasanya nggak berlebihan jika beberapa orang mengeluarkan pernyataan seperti itu. Walaupun pada kenyataannya tidak semua perempuan banyak bicara,&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":680,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[54],"class_list":["post-683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-it","tag-mengapa-wanita-cerewet"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengapa wanita cerewet - lutfialfandra.my.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa wanita cerewet - lutfialfandra.my.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jangan harap menemukan ketenangan saat sedang berkumpul dengan semua teman perempuan. Ya, rasanya nggak berlebihan jika beberapa orang mengeluarkan pernyataan seperti itu. Walaupun pada kenyataannya tidak semua perempuan banyak bicara,&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"lutfialfandra.my.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-05-29T06:25:10+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cpiet\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cpiet\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/\",\"name\":\"Mengapa wanita cerewet - lutfialfandra.my.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2014-05-29T06:25:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa wanita cerewet\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/\",\"name\":\"lutfialfandra.my.id\",\"description\":\"Cuma Blog Biasa\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13\",\"name\":\"cpiet\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cpiet\"},\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/author\/cpiet\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa wanita cerewet - lutfialfandra.my.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa wanita cerewet - lutfialfandra.my.id","og_description":"Jangan harap menemukan ketenangan saat sedang berkumpul dengan semua teman perempuan. Ya, rasanya nggak berlebihan jika beberapa orang mengeluarkan pernyataan seperti itu. Walaupun pada kenyataannya tidak semua perempuan banyak bicara,&hellip;","og_url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/","og_site_name":"lutfialfandra.my.id","article_published_time":"2014-05-29T06:25:10+00:00","author":"cpiet","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cpiet","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/","url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/","name":"Mengapa wanita cerewet - lutfialfandra.my.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2014-05-29T06:25:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/05\/29\/mengapa-wanita-cerewet\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa wanita cerewet"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website","url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/","name":"lutfialfandra.my.id","description":"Cuma Blog Biasa","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13","name":"cpiet","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g","caption":"cpiet"},"url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/author\/cpiet\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paOd4r-b1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=683"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/683\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}