{"id":993,"date":"2014-07-28T19:49:18","date_gmt":"2014-07-28T12:49:18","guid":{"rendered":"http:\/\/ranahdamai.org\/?p=993"},"modified":"2014-07-28T19:49:18","modified_gmt":"2014-07-28T12:49:18","slug":"sayangilah-ibumu-al-qomah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/","title":{"rendered":"Sayangilah ibumu ( al-qomah)"},"content":{"rendered":"<p>\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/ranahdamai.org\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/sayang-ibu.jpg\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-994\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/ranahdamai.org\/wp-content\/uploads\/2014\/07\/sayang-ibu.jpg?resize=263%2C192\" alt=\"sayang-ibu\" width=\"263\" height=\"192\" \/><\/a>Alqomah\u00a0seorang ahli ibadah pada masa Muhammad Rosululloh SAW. Hari-hari digunakan untuk berdzikir dan mengerjakan sholat tahajjud. Ia pun senang bersedekah dan mengerjakan kebaikan-kebaikan. Orang-orang memanggil Alqomah. Ia tinggal di sebuah rumah bersama istri yang dicintainya. Sementara ibu Alqomah yang sudah tua tinggal sendiri di desa.<\/p>\n<p>SUATU ketika Alqomah jatuh sakit. Makin lama sakitnya makin para. Hingga ia pun tidak bisa berbuat apa-apa melainkan hanya berbaring di atas tempat tidur. Istrinya yang merasa bahwa Alqomah sedang mengalami naza\u2019 atau sakaratulmaut mengutus seseorang untuk melaporkan keadaan ini kepada Rasululloh SAW. Setelah mendengar cerita itu, Rasullullah mengutus tiga orang sahabat yaitu Bilal, Amar dan Suhaib untuk menengok Alqomah. Beliau berpesan agar mereka mengajarkan kalimat talqin pada Alqomah.<\/p>\n<p>Sesampainya di rumah Alqomah, ketiganya langsung menemui Alqomah yang sedang mengalami sakaratulmaut. Mereka lalu menuntunnya agar melafatkan kalimat Laa ilaaha illallah. Tetapi apa yang terjadi ? Mulut Alqomah tidak terbuka sedikitpun. Berkali-kali ketiga pemudah itu mengajarkan, berkali-kali pula mulut Alqomah seperti terkunci. Ketiganya heran. Padahal Alqomah adalah orang yang ahli ibadah, tapi kenapa tidak bisa membaca kalimat sesederhana itu.<\/p>\n<p>Dengan menyimpan rasa tidak percaya ketiganya pulang menghadap Rasullulah. Mereka langsung menceritakan kejadian itu. Rasullulah bertanya.<br \/>\n\u2018\u2019Apakah orang tua Alqomah masih hidup?\u2019\u2019<br \/>\n\u2018\u2019Wahai Rasullullah\u2026Alqomah mempunyai seorang ibu yang tua\u2019\u2019 \u2018\u2019Kalau begitu pergilah kalian menemui Ibunda Alqomah. Jika ia masih kuat untuk berjalan, mintalah ia agar datang kemari. Tapi jika tidak, biar aku saja yang kesana\u2019\u2019<br \/>\nMaka pergilah Bilal, Amar dan Suhaib ke rumah Ibunda Alqomah. Sesampainya disana mereka langsung mengutarakan maksud kedatangan mereka. Tanpa berpikir panjang Ibunda Alqomah bergegas memenuhi panggilan Rosululloh walaupun berjalan tertatih-tatih menggunakan tongkat.<\/p>\n<p>Sesampainya di rumah Rosululoh, Ibunda Alqomah diberitahu mengenai keadaan anaknya. Namun ia nampak biasa saja mendengar berita itu seolah tidak mau tahu tentang apa yang sedang dialami oleh Alqomah. Hal ini membuat Rosululloh ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi antara ibu dan anak tersebut.<\/p>\n<p>\u201cWahai Ibunda Alqomah\u2026.Aku ingin bertanya kepadamu dan jawablah pertanyaanku dengan jujur. Bagaimana penyaksian Ibu terhadap putra Ibu yang bernama Alqomah\u2026.?\u201d<br \/>\nIbunda Alqomah diam sejenak, lalu berkata\u2026.<br \/>\n\u201cAlqomah adalah seorang anak laki-laki yang ahli sholat, ahli puasa dan ahli shodaqoh\u2026Akan tetapi\u2026.\u201d<br \/>\nIbu Alqomah tidak meneruskan kalimatnya. Matanya berkaca-kaca seolah memendam suatu beban perasaan yang sangat berat.<br \/>\n\u201cAkan tetapi apa\u2026Ibu\u2026?\u201d tanya Rosululloh.<br \/>\n\u201cAku sangat marah kepadanya\u2026\u201d<br \/>\nIbu Alqomah tidak dapat membendung air matanya. Ia menangis terisak-isak dihadapan Rosululloh.<br \/>\n\u201cApa masalahnya\u2026.Ibu\u2026.?\u201d<br \/>\n\u201cSemenjak Alqomah menikah dengan perempuan yang dicintainya\u2026 ia mulai melupakan aku\u2026. meremehkan aku\u2026. ia lebih mementingkan kepentingan istrinya daripada aku. Ia lebih mendengar kata-kata istrinya daripada nasehatku. Padahal akukan ibunya\u2026 aku sangat sakit hati, karena Alqomah tidak pernah sedikitpun menyadari kesalahannya lalu minta maaf kepadaku\u2026 yaaahh\u2026. sampai sekarang aku tidak ridho kepadanya\u2026\u201d<\/p>\n<p>Rosululloh telah menemukan jawaban atas keadaan yang dialami Alqomah. Kemarahan ibunyalah yang menyebabkan Alqomah mengalami beratnya sakaratulmaut, karena lisannya tidak mampu melafadzkan kalimat \u201cLaa ilaaha illalloh\u2026\u201d<br \/>\n\u201cWahai Bilal\u2026\u201d panggil Rosululloh.<br \/>\n\u201cCari dan kumpulkan kayu bakar yang banyak\u201d<br \/>\nIbunda Alqomah merasakan sesuatu yang janggal dari ucapan Rosululloh.<br \/>\n\u201cUntuk apakah kayu bakar itu, wahai Rosululloh\u2026apa yang akan kau perbuat terhadap Alqomah?\u201d<br \/>\n\u201cMembakarnya\u201d jawab Rosululloh singkat.<\/p>\n<p>\u201cApa?! Wahai Rosululloh\u2026betapapun marahnya aku kepada Alqomah, mana mungkin aku sampai hati kalau ia dibakar api\u2026mohon jangan lakukan itu\u2026\u201d<br \/>\n\u201cTahukah Ibu\u2026Adzab Alloh lebih mengerikan dan lebih kekal. Kalau memang Ibu ingin Alloh mengampuni dosa Alqomah, maka Ibu harus mau memaafkan semua kesalahan Alqomah terhadap Ibu lalu Ibu meridhoinya\u2026Sebab semua ibadah yang telah dikerjakan Alqomah, seperti, sholat, berpuasa dan bersedekah, semua itu tidak ada artinya bagi Alqomah selama Ibu masih memendam amarah terhadapnya..\u201d<\/p>\n<p>Walau bagaimanapun, orang tua tetaplah orang tua yang tidak mungkin tega melihat anaknya menderita. Ibunda Alqomah pun tidak rela kalau anaknya mendapat adzab dari Alloh.<\/p>\n<p>\u201cBaiklah wahai Rosululloh, aku bersaksi kepada Alloh dan para malaikatNya. Aku juga bersaksi dihadapan orang-orang iman yang hadir disini nahwa sekarang juga aku memaafkan semua kesalahan yang pernah dilakukan oleh Alqomah terhadapku\u2026dan aku meridhoinya\u2026\u201d<br \/>\n\u201cBilal\u2026!\u201d<br \/>\n\u201cYa, Rasululloh\u2026\u201d<br \/>\n\u201cPergilah ke rumah Alqomah. Lihatlah, apakah ia sudah bisa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illalloh\u2026.aku kuwatir jangan-jangan pernyataan Ibunda Alqomah tadi tidak berasal dari dalam hatinya melainkan hanyalah sungkan kepadaku\u201d<br \/>\nBerangkatlah Bilal menuju rumah Alqomah.<\/p>\n<p>Begitu sampai didepan rumah ia menjumpai telah banyak orang-orang berdatangan. Tiba-tiba Bilal mendengar suara Alqomah dengan Faseh dan jelas melafadzkan kalimat Laa ilaaha illalloh\u2026<\/p>\n<p>Sampai didalam rumah Bilal menjumpai Alqomah telah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Lalu Bilal berkata\u2026.<br \/>\n\u201cWahai orang-orang yang hadir disini. Ketahuilah bahwa amarah ibunya telah menghalang-halangi Alqomah untuk membaca kalimat talkin. Dan sekarang berkat ridho ibunya ia bisa mengucapkan kalimat itu\u2026\u201d<\/p>\n<p>Tak lama kemudian Rosululloh beserta orang-orang iman datang berta\u2019ziyah. Mereka lalu memandikan, mengkafani dan mensholati jenazah Alqomah. Kemudian diantar beriringan oleh Rosululloh dan orang-orang iman menuju tempat pemakaman.<br \/>\nPemakaman Alqomah pun selesai dilaksanakan. Sementara para pengantar masih berada ditempat pemakaman, Rosululloh bersabda\u2026.<br \/>\n\u201cWahai orang-orang iman, muhajir dan anshor\u2026\u2026Siapa saja yang mengutamakan kepentingan istrinya hingga melalaikan ibunya, maka ia akan mendapatkan laknat Alloh, laknat para Malaikat dan laknat semua para manusia. Alloh tidak menerima amal ibadahnya, baik yang wajib maupun yang sunnah, kecuali jika ia bertaubat dan berbuat baik serta mencari ridho ibunya. Sebab ridho Alloh beserta ridhonya ibu dan murka Alloh beserta murkanya ibu\u201d.\t\t<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alqomah\u00a0seorang ahli ibadah pada masa Muhammad Rosululloh SAW. Hari-hari digunakan untuk berdzikir dan mengerjakan sholat tahajjud. Ia pun senang bersedekah dan mengerjakan kebaikan-kebaikan. Orang-orang memanggil Alqomah. Ia tinggal di sebuah&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":994,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[210,211,212],"class_list":["post-993","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","tag-alkomah","tag-cerita-alqomah","tag-sayangilah-ibumu-al-qomah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sayangilah ibumu ( al-qomah) - lutfialfandra.my.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sayangilah ibumu ( al-qomah) - lutfialfandra.my.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Alqomah\u00a0seorang ahli ibadah pada masa Muhammad Rosululloh SAW. Hari-hari digunakan untuk berdzikir dan mengerjakan sholat tahajjud. Ia pun senang bersedekah dan mengerjakan kebaikan-kebaikan. Orang-orang memanggil Alqomah. Ia tinggal di sebuah&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"lutfialfandra.my.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-07-28T12:49:18+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cpiet\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cpiet\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/\",\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/\",\"name\":\"Sayangilah ibumu ( al-qomah) - lutfialfandra.my.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2014-07-28T12:49:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sayangilah ibumu ( al-qomah)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/\",\"name\":\"lutfialfandra.my.id\",\"description\":\"Cuma Blog Biasa\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13\",\"name\":\"cpiet\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cpiet\"},\"url\":\"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/author\/cpiet\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sayangilah ibumu ( al-qomah) - lutfialfandra.my.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sayangilah ibumu ( al-qomah) - lutfialfandra.my.id","og_description":"Alqomah\u00a0seorang ahli ibadah pada masa Muhammad Rosululloh SAW. Hari-hari digunakan untuk berdzikir dan mengerjakan sholat tahajjud. Ia pun senang bersedekah dan mengerjakan kebaikan-kebaikan. Orang-orang memanggil Alqomah. Ia tinggal di sebuah&hellip;","og_url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/","og_site_name":"lutfialfandra.my.id","article_published_time":"2014-07-28T12:49:18+00:00","author":"cpiet","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cpiet","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/","url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/","name":"Sayangilah ibumu ( al-qomah) - lutfialfandra.my.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2014-07-28T12:49:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/2014\/07\/28\/sayangilah-ibumu-al-qomah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sayangilah ibumu ( al-qomah)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#website","url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/","name":"lutfialfandra.my.id","description":"Cuma Blog Biasa","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/3a2f78c5ab1343aced980f55574aeb13","name":"cpiet","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc11d944829087d2125b5a749728f0a15e545e49ef59e6de18c03bb8cfb5ab9d?s=96&d=mm&r=g","caption":"cpiet"},"url":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/author\/cpiet\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/paOd4r-g1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/993","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=993"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/993\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.lutfialfandra.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}