Pola pikir yang salah tentang bekerja setelah lulus kuliah

percaya-dirisebenernya masalah ini udah sering kita dengar…
yaitu tentang pemikiran pemilihan keputusan antara kuliah atau kerja…

faktanya,,
banyak orang tua menyuruh anaknya untuk selesaikan akademik dulu, baru kerja.
dengan doktrin tersebut si anak akhirnya berusaha secepat mungkin lulus untuk selanjutnya bekerja.
kalo ditanya,
Bagaimana cara kamu balas budi ke orangtua??
jawabannya : yah saya mau lulus kuliah dulu,,terus kerja,,lalu sebagian disisihin buat buka usaha.

pada kenyataannya…hal itu nihil.

knp??
kita coba itung2an yah, tp ini cm asumsi aja yah….
diasumsikan seseorang itu kelahiran tahun 1987 ( sebut saja si “A”) mengambil kuliah ekonomi jurusan management strata 1 (S1) dengan masa kuliah standard “pemalas” 5 thn.

Biaya yg dikeluarkan orangtua sampai si anak bisa “S1” kurang lebih sbb :

1.biaya TK sampai lulus SD :
diasumsikan lama studi 9 tahun (108 bulan)
setiap bulan orgtua mengeluarkan uang transport/iuran sekolah/uang jajan dll
RP.500.000
RP.500.000 x 108 bulan :RP.54.000.000,-

2.masuk SMP-lulus SMA
lama studi 6 tahun (72bulan)
setiap bulan ortgtua mengeluarkan uang transport/iuran sekolah/uang jajan dll
RP.1.000.000
RP.1.000.000 x 72 bulan : RP.72.000.000,-

3.Awal kuliah
uang masuk kuliah perguruan tinggi swasta : RP.10.000.000
lama kuliah 10 semester/5thn/60 bulan (biaya persemester RP.5.000.000)
Total biaya kuliah RP.60.000.000

uang saku/transport/biaya lain2 RP.30.000/hari x 20hari/bulan :
RP.600.000/bulan x 60bulan waktu kuliah :RP.36.000.000

estimasi total pengeluaran semasa kuliah RP.96.000.000

TOTAL semua pengeluaran orangtua sampai si “A” punya gelar S1 :

biaya TK-lulus SD RP.54.000.000
biaya SMP-lulus SMA RP.72.000.000
biaya kuliah RP.96.000.000

TOTAL RP.222.000.000,- minimal.(karena disini saya menghitung biaya terendah dan seadanya menurut saya.)

permasalahannya si A hendak membalas budi orgtua dengan cara bekerja setelah lulus kuliah.

diasumsikan si A lulus dengan umur 23tahun dan berencana berkarir untuk membalas budi orangtua selama 5 tahun, dengan penghasilan berbeda misalkan tahun pertama ia kerja mendapat gaji 2juta/bulan dan akan meningkat itupun kalo karirnya bagus sampai 8jt/bulan ditahun kelima ia bekerja.
biar gampangnya kita pukul rata, si A akan bekerja 5 tahun (60bulan) dengan penghasilan /bulan 5 juta total ditahun kelima ia akan mendapatkan RP.300.000.000,-

wah udah bisa bales budi ke orgtua donk???[orgtua memang tdk meminta itu,,tapi hendaknya kita bisa lebih menghargai perjuangan mereka]
tapi jangan lupa..pengeluaran bulanan belum dihitung.
sekarang mari kita itung2 lagi.

diasumsikan si “A” adalah pribadi yg mandiri.walaupun orgtuanya masih mampu dia hendak 100 % mandiri. olehkarena itu dia ingin tidak membawa harta orgtuanya sepeserpun.

ia berniat punya motor sendiri dengan mengangsur 3 tahun dan membayar hidupnya sendiri dari hasil pendapatannya.

pengeluaran si A
DP motor RP.1.000.000

pengeluran bulanan 3 tahun pertama
cicilan motor RP.500.000
biaya makan 20hari x 15.000/hari : RP.300.000
bensin 20hari x 10.000 : RP.200.000
pulsa 200.000/bulan
biaya entertainment (nongkrong/jalan/dsb) RP.100.000/minggu x 4 : RP.400.000/bulan.
total RP.1.600.000

pendapatan RP.5.000.000 dipotong RP.1.600.000
sisa RP.3.400.000 dikali 36bulan(3tahun awal dia bekerja) :RP.122.400.000,-

dengan uang tabungan RP.122.400.000,- ia sudah punya motor sendiri dan berencana kredit rumah dan mobil.

lalu ia DP rumah RP.20.000.000 +DP mobil RP.20.000.000
sisa RP.82.400.000

lalu ditahun ke 3 sampai ke 5 pengeluarannya sbb :
cicilan rumah RP.2.000.000
cicilan mobil RP.1.000.000
biaya makan 20hari x 15.000/hari : RP.300.000
bensin 20hari x 50.000 : RP.1.000.000
pulsa 200.000/bulan
biaya entertainment (nongkrong/jalan/dsb) RP.100.000/minggu x 4 : RP.400.000/bulan.

total pengeluaran RP.4.900.000

pendapatan RP.5.000.000 dipotong RP.4.900.000
sisa RP.100.000 x 24bulan(tahun ke 3 sampai ke 5 ia bekerja) :RP.2.400.000
(uang yang dimiliki)

ditambah tabungan yg tadi sisa RP.82.400.000
total ia mengantongi uang RP.84.800.000

lalu ia berencana menikah..manghabiskan minimal RP.20.000.000
sisa RP. 64.800.000

biaya hidup setelah menikah 2x lipat
pengeluaran untuk makan jadi RP.600.000
biaya pulsa jadi RP.400.000
biaya entertainment jadi RP.800.000

jangan lupa…
rumah yg tadi dicicil masih kosong…
maksudnya ???
belum ada TV,,,mesin cuci,,,sofa,,,tempat tidur,,perabotan rumah tangga,,alat makan dsb.yg akan memakan puluhan juta

juga belum dihitung pengeluaran bulanan untuk listrik,air,dll
biaya itu akan meningkat ketika punya anak.

intinya…
jika kita menjalani hidup normal dengan berpikiran bekerja setelah lulus kuliah,
kita tdk akan bisa membalas budi orgtua kita.
krn yg telah ia keluarkan RP.222.000.000,- minimal.
dan yg kita hasilkan RP.64.800.000
belum ditambah pengeluaran utk isi rumah kita seperti TV,,kasur,,meja makan dll yg tentunya akan memakan puluhan juta.
bisa-bisa minus kalo kita orgnya boros.

ditunggu pro-kontranya yah…
cuma sharing,,,
siapa tau berguna….

Leave a Reply

%d bloggers like this: