Loadbalancer 2 ISP dengan mikrotik

Sebuah jaringan bisa saja mendapatkan layanan Internet dari dua atau lebih ISP yang berbeda. Pada kondisi ini Router MikroTik akan menggunakan dua atau lebih gateway. Untuk dapat memanfaatkan dua gateway atau lebih dapat dilakukan memisahkan trafik dari host tertentu ke sebuah ISP.

Skenario jaringan yang digunakan adalah sebagai berikut :

multiple_isp

 

Skenario yang dijalankan adalah sebagai berikut :

  • Host 10.10.10.2 dan 10.10.10.3 menggunakan ISP 1
  • Host 10.10.10.4 dan 10.10.10.5 menggunakan ISP 2

Routing Mark

Untuk memisahkan traffic dari keempat host, setiap paket dari host harus diberikan mark (tanda) dengan menggunakan fitur mangle pada firewall. Marking atau tanda dari setiap paket data yang keluar dari setiap client akan menjadi dasar untuk membelokkan (routing) paket tersebut ke gateway (ISP) yang diinginkan.

Ether 3 difungsikan untuk terhubung ke ISP. Konfigurasi IP Address dari masing-masing interface adalah sebagai berikut :

[[email protected]] >ip address add address=222.124.224.162/28 interface=ether1
[[email protected]] >ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2
[[email protected]] >ip address add address=60.1.1.2/28 interface=ether3
[[email protected]] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 222.124.222.162/28 222.124.222.160 222.124.222.175 ether1
1 10.10.10.1/24 10.10.10.0 10.10.10.255 ether2
2 60.1.1.2/28 60.1.1.0 60.1.1.7 ether3

Karena ether1 dan ether3 digunakan untuk berhubungan ke Internet melalui ISP, maka konfigurasi NAT harus dilakukan dua kali, masing-masing untuk out-interface=ether1 dan out-interface=ether3, perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

[admin@ijcrouter] >ip firewall nat add chain=srcnat outinterface=ether1 action=masquerade
[admin@ijcrouter] >ip firewall nat add chain=srcnat outinterface=ether3 action=masquerade
[admin@ijcrouter] >ip firewall nat print
Flags: X disabled, I invalid, D dynamic
0   chain=srcnat action=masquerade outinterface=ether1
1   chain=srcnat action=masquerade outinterface=ether3
 
Selanjutnya dilakukan penandaan paket data yang akan keluar dari client 1 dan client 2, misalnya paket tersebut ditandai dengan label isp-1. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :
[[email protected]] >ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.2 action=mark-routing new-routing-mark=isp-1
[[email protected]] >ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.3 action=mark-routing new-routing-mark=isp-1
Kemudian dilakukan penandaan paket data yang akan keluar dari client 3 dan client 4, misalnya paket tersebut ditandai dengan label isp-2. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :
[admin@ijcrouter] >ip firewall mangle add chain=prerouting srcaddress=10.10.10.4 action=markrouting newroutingmark=isp2
[admin@ijcrouter] >ip firewall mangle add chain=prerouting srcaddress=10.10.10.5 action=markrouting newroutingmark=isp2
 
[[email protected]] >ip firewall mangle print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=isp-1 passthrough=yes src-address=10.10.10.2
1 chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=isp-1 passthrough=yes src-address=10.10.10.3
2 chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=isp-2 passthrough=yes src-address=10.10.10.4
3 chain=prerouting action=mark-routing new-routing-mark=isp-2 passthrough=yes src-address=10.10.10.5

Load Balancing

Untuk mengarahkan traffic dari client 10.10.10.2 dan 10.10.10.3 ke ISP 1, maka perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

[[email protected]] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=222.124.222.161 routing-mark=isp-1

Sedangkan untuk mengarahkan traffic dari host 10.10.10.4 dan 10.10.10.5 ke ISP 2, maka perintah yang dapat digunakan adalah sebagai

berikut :

[[email protected]] >iproute add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=60.1.1.1 routing-mark=isp-2

Selangkapnya traffic routing adalah sebagai berikut :
[[email protected]] >ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 A S 0.0.0.0/0 222.124.222.161 1
1 A S 0.0.0.0/0 60.1.1.1 1
2 ADC 10.10.10.0/24 10.10.10.100 ether2 0
3 ADC 60.1.1.0/28 60.1.1.2 ether3 0
4 ADC 222.124.222.160/28 222.124.222.162 ether1 0

Untuk memonitor traffic dapat menggunakan WinBox, melalui menu Interface > Ethernet, seperti pada gambar di bawah ini :

multiple_isp_monitoring

Fail Over

Dalam kondisi normal konfigurasi semula telah memungkinkan adanya fitur fail over jika salah satu dari ISP down. Namun jika dalam kondisi normal hanya diinginkan satu ISP yang digunakan sedangkan ISP kedua hanya menjadi cadangan maka kita dapat mengkonfigurasikan distance pada entry routing dengan nilai terendah yang menjadi prioritas.

Fail over dapat dibuat dengan memanfaatkan protocol ICMP dan nilai Administrative Distance dari setiap entry routing.

Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
[[email protected]] >ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=222.124.222.161 routing-mark=isp-1 check-gateway=ping
[[email protected]] >ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=60.1.1.1 routing-mark=isp-2 check-gateway=ping

Sedangkan entry fail overjika link ke ISP 1 terputus dapat dibuat dengan menggunakan perintah sebagai berikut :
[[email protected]] >ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=60.1.1.1 routing-mark=isp-1 check-gateway=ping distance=10

Sedangkan entry fail overjika link ke ISP 2terputus dapat dibuat dengan menggunakan perintah sebagai berikut :
[[email protected]] >ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=222.124.222.161 routing-mark=isp-2 check-gateway=ping distance=10

Untuk melihat berfungsinya fail over, dapat menggunakan perintah sebagai berikut :
[[email protected]] >ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme, B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 A S 0.0.0.0/0 222.124.222.161 1
1 S 0.0.0.0/0 60.1.1.1 10
2 S 0.0.0.0/0 60.1.1.1 1
3 A S 0.0.0.0/0 222.124.222.161 10
4 ADC 10.10.10.0/24 10.10.10.100 ether2 0
5 ADC 60.1.1.0/28 60.1.1.2 ether3 0
6 ADC 222.124.222.160/28 222.124.222.162 ether1 0

sumber

 

 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: